/www/wwwroot/libsman4bekasi.web.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 260" ]
Bind Value ⚒️: []
Di Minangkabau cerita ini bernama " Kaba si Palalok". Sebuah cerita yang terkenal sekali. Biasa di ceritakan oleh orang tua - tua kepada anak - anak.
Masa depan adalah sesuatu yang masih abstrak khususnya bagi remaja, tidak dapat diraba dan diramal,tetapi dapat direncanakan.
Sastra tidak dibawa malaikat dari langit. Sastra tidak datang begitu saja. Ia lahir melalui proses pergulatan sastrawan dengan kondisi sosial - budaya zamannya.
cerita ini mengisahkan seorang putri yang memiliki watak keras dan hanya menurutkan kemauan sendiri, namun akhirnya watak semacem itu dapat ditundukkan, setelah sang putri menemukan ajaran kebenaran sejati serta budi pekerti luhur dari seseorang.
Benarkah segalanya harus dilakukan dengan cinta dan kasih sayang ? Bagaimana aku mengenali kasih sayang yang sejati? Bagaimana seharusnya menyayangi?