Text
Laskar Pelangi
Novel Laskar Pelangi merupakan narasi semi-otobiografi yang mengangkat potret dunia pendidikan di daerah terpencil Indonesia, tepatnya di Desa Gantung, Belitung Timur. Cerita ini berfokus pada perjuangan sepuluh anak dari keluarga penambang timah miskin—yang dijuluki "Laskar Pelangi"—untuk mendapatkan hak pendidikan dasar di SD Muhammadiyah yang kondisinya hampir roboh.
Melalui sudut pandang tokoh Ikal, novel ini mengeksplorasi tema-tema krusial seperti ketimpangan sosial, kemiskinan sistemik, dan dedikasi luar biasa guru (Bu Mus dan Pak Harfan) yang mengajar tanpa pamrih. Narasi dibangun di atas kontras yang tajam antara kekayaan alam Belitung sebagai penghasil timah terbesar di dunia dengan kemiskinan penduduk lokalnya. Selain menyoroti perjuangan akademis, penulis juga menyelipkan kisah persahabatan, cinta monyet, dan keajaiban kecerdasan manusia yang melampaui keterbatasan fasilitas.
Secara keseluruhan, Laskar Pelangi adalah sebuah kritik sosial sekaligus pesan universal tentang kekuatan mimpi dan pendidikan dalam mengubah nasib seseorang. Karya ini berhasil menginspirasi pembaca melalui penggambaran semangat pantang menyerah dalam menghadapi keterbatasan ekonomi dan tantangan hidup yang berat.
Tidak tersedia versi lain